Wednesday, November 7, 2012

Merawat CoP Part II : The Man Behind The Curtain



Komunitas adalah tentang anggota. Tidak ada anggota berarti tidak ada komunitas. Sangat banyak komunitas yang mati dalam hitungan bulan hanya karena tidak ada anggota yang tertarik ikut serta. Keterlibatan adalah poin penting dalam kesuksesan sebuah komunitas selain kesamaan minat dan kebutuhan anggotanya. Keterlibatan sangat penting untuk membangun rasa kepemilikian (sense of ownership) yang pada akhirnya melahirkan tanggung jawab (responsibility)

Salah satu cara paling efektif untuk membangun rasa kepemilikan ialah dengan melibatkan pendapat anggota ketika merumuskan Identitas CoP. Permasalahannya ialah bagaimana melibatkan anggota jika komunitas saja belum terbentuk ? Tentu tidak mungkin meminta semua anggota organisasi untuk terlibat dalam Conduct Core Planning. Terlalu banyak sumberdaya yang akan dibutuhkan. Selain itu, pendapat dan keinginan yang muncul akan terlalu luas. Pada akhirnya Anda yang akan kebingungan memutuskan mana yang prioritas dan selaras dengan kebutuhan.

Tidak hanya untuk memulai, komunitas juga butuh serangkaian aktivitas lainnya seperti menyusun initial workshop, mengawal sesi-sesi pertama, menentukan topik diskusi, menyusun jadwal, melakukan campaign ke organisasi, menghidupkan suasana diskusi, mengarahkan CoP pada jalur yang benar, membuat resume hasil diskusi, menyebarkannya ke organisasi serta tugas lainnya

Cukup banyak bukan tugasnya? Itulah mengapa saya tidak menyarankan Anda sebagai KMers mengerjakan tugas ini sendirian. Anda butuh perpanjangan tangan. Disinilah muncul apa yang kami sebut sebagai Tim CoP. Tim ini secara umum beranggotakan perwakilan manajemen puncak (Sponsor), Champion, dan Core Member. Let we discuss one by one.

Sponsor
Posisi ini biasanya diisi oleh perwakilan manajemen puncak. Yang dimaksud manajemen puncak ialah individu dengan jabatan yang memungkinkan pengambilan keputusan terhadap alokasi sumberdaya yang akan digunakan oleh anggota komunitas. Sumberdaya pertama yang harus ada ialah izin atau restu bagi terbentuknya komunitas. Ini menjadi sangat penting karena komunitas yang akan kita bentuk adalah Sponsored CoP artinya inisiatif komunitas berasal dari manajemen sehingga mau tidak mau manajemen bertanggung jawab untuk membantu terbentuknya CoP.

Tanggung jawab bisa berupa banyak hal. Tergantung seberapa besar komitmen organisasi tersebut. Beberapa klien di project yang saya tangani menyediakan fasilitas perusahaan untuk CoP. Beberapa juga memberikan kompensasi waktu kerja untuk digunakan bagi CoP. Yang paling hebat ialah salah satu bank ternama di Indonesia yang menyediakan konsumsi dengan nilai yang cukup besar. Bentuk dukungan lainnya ialah kehadiran manajemen sebagai pembicara dan narasumber.

Dukungan sumberdaya dari manajemen dalam bentuk apapun sangat berguna tetapi bukan yang paling penting. Bentuk tanggung jawab yang harus ada ialah komitmen untuk menjaga dan merawat CoP itu sendiri. Komunitas seperti Sponsored CoP bukanlah inisiatif yang akan langsung memberikan dampak bagi bisnis. Butuh waktu hingga organisasi merasakan manfaatnya dan banyak manajemen yang tidak menyadari nature dari komunitas ini. Akhirnya inisiatif Sponsored CoP terhenti ditengah jalan karena manajemen merasa ini hanya buang-buang waktu saja.

Untuk itulah Sponsor perlu ikut serta dalam Conduct Core Planning. Selain untuk memastikan identitas CoP selaras dengan kebutuhan organisasi, Sponsor juga bertugas memantau apakah topik diskusi dan perkembangan CoP sudah sesuai dengan 3 syarat utama Sponsored CoP, yaitu fun, informal dan memiliki nilai tambah (value added). Fun dan Informal secara langsung merupakan tanggung jawab Champion dan Core Member, tetapi value adalah bagian yang paling penting untuk diawasi oleh Sponsor.

Bagaimanakah seorang Sponsor seharusnya menempatkan diri dalam tim CoP ? Sponsor, karena jabatannya yang pasti paling tinggi diantara anggota lainnya, diharapkan bisa menempatkan diri sesuai kebutuhan. Seperti fungsi orang tua, Sponsor dituntut memberikan izin dan arahan pada komunitas tetapi disaat yang lain, Sponsor juga dapat duduk bersama selayaknya teman yang sederajat.

Ketika penentuan identitas CoP, khususnya knowledge focus, Sponsor dapat menetapkan batasan yang jelas. Tetapi untuk komponen lain seperti tujuan, success criteria, value and norms, serahkan pada tim CoP dan anggota komunitas. Begitupun dalam sesi pelaksanaan CoP. Ingat bahwa CoP bukanlah struktur formal dimana jabatan dijadikan tolak ukur. Seluruh anggota, termasuk Sponsor sama rata (equal) ketika memasuki sesi CoP. Jika Anda tidak mampu melakukan ini (equality) atau anggota komunitas merasa segan pada Anda, maka lebih baik Sponsor menyingkir sementara. In the end, community is about people, not you.

Champion
Secara singkat, Champion adalah ketua tim CoP. Untuk menggambarkan peran Champion bayangkan sebuah koran tanpa editor, stasiun radio tanpa presenter atau film tanpa sutradara. Yang terjadi adalah kekacauan, ketidakjelasan, simpang siur dan sejenisnya. Tanpa editor, presenter atau sutradara, koran akan berisi materi yang tidak jelas, radio akan memutar lagu sembarangan, dan film hanya kumpulan gambar tak bermakna. Begitupun CoP. Champion berfungsi sebagai manajer yang memastikan sesi berjalan dengan baik

Fungsi utama Champion adalah sumber energi bagi komunitas. Dialah individu yang menjadi inspirasi dan bahan bakar sebuah komunitas. Untuk memperjelas, ada 3 tugas utama yang menjadi tanggung jawab Champion yaitu (1) mengkoordinir pelaksanaan sesi CoP, (2) melakukan campaign CoP, serta (3) menselaraskan aktivitas CoP dengan identitas yang telah ditentukan.

Pada sesi awal CoP, ketika komunitas belum terlalu mengerti tujuan CoP dan hubungan antar anggota belum terbangun, Champion bersama Core Member dan Sponsor berperan untuk menjadi event organizer. Ruang lingkup tugasnya meliputi persiapan fasilitas (ruangan, jadwal, lay out), pemilihan narasumber, dokumentasi diskusi hingga yang paling penting, yaitu penentuan topik diskusi.

Pada saat Conduct Core Planning, selain menentukan knowledge focus, Sponsor bersama-sama dengan Core Member perlu menentukan setidaknya 3 topik pembahasan untuk 3 sesi pertama komunitas. Dalam menentukan topik, cara yang paling mudah ialah mencari tahu permasalahan atau kasus yang terjadi paling sering terjadi dan paling berdampak bagi bisnis. Topik dengan kriteria tersebut akan menjadi menarik bagi anggota dan calon anggota karena memberikan manfaat bagi pekerjaan yang dilakukan. Ketika sesi sudah berjalan, Champion dapat meminta pendapat dari anggota untuk topik diskusi selanjutnya. Sesi penentuan tema diskusi ini juga dapat meningkatkan rasa kepemilikan (sense of ownership) dari seluruh anggota.

Saat sesi diskusi berlangsung, Champion juga bertanggung jawab terhadap “hidup” nya suasana diskusi. Ciri sebuah komunitas yang sukses ialah fun dan informal. Cara yang biasanya saya sarankan pada beberapa Champion ialah Core Member menyusun daftar pertanyaan yang akan ditanyakan ketika sesi berlangsung. Tujuannya ialah untuk “memancing” anggota lainnya untuk berani terlibat dalam diskusi dan sharing pengetahuan lebih banyak lagi. Tapi tips tersebut hanyalah salah satu dari sekian banyak pilihan yang ada. Metode seperti apa yang paling sesuai untuk membuat fun dan informal, saya serahkan pada Anda dan tim. Bagaimana pun juga, hanya Anda yang paling mengerti komunitas tersebut. I don’t know how you do it, but make it fun ! :)

Selain menciptakan suasana yang kondusif,  Champion juga bertugas melakukan kampanye CoP. Itu mengapa seorang Champion dituntut memiliki jaringan dan koneksi lintas divisi dan organisasi. Selain untuk menciptakan fenomena word of mouth, jaringan professional Champion juga berguna untuk menentukan narasumber atau SME yang dapat menjadi facilitator dalam sesi CoP.

Tugas terakhir Champion adalah memastikan CoP berjalan sesuai dengan identitas yang telah disepakati. Champion lah yang mengingatkan anggota komunitas tujuan CoP, menegur jika diperlukan ketika aturan dilanggar, memastikan success criteria tercapai, mengingatkan ketika diskusi keluar jalur, bahkan pada beberapa kasus, mematikan CoP. Champion adalah kompas CoP, individu yang bertanggung jawab memastikan arah CoP pada jalur yang benar. Champion juga yang bertugas menghentikan perjalanan CoP ketika arah yang dituju sudah tidak bisa diubah lagi.

Mengingat pentingnya peran seorang Champion, Anda perlu mencari individu yang tepat untuk posisi ini. Berdasarkan pengalaman saya, Champion adalah salah satu kunci bertahan atau tidaknya sebuah CoP. Karakteristik yang ideal dari seorang Champion adalah aktif secara social, memiliki passion terhadap komunitas, memiliki network (jaringan) yang tinggi di organisasi serta memiliki pengetahuan yang memadai untuk memandu sesi diskusi. Saya membuat tulisan tersendiri tentang karakteristik Champion disini.

Core Member
Jika Champion adalah sutradara maka Core Member adalah penulis naskah dan bagian logistiknya. Mereka yang memastikan sebuah film bernama CoP berjalan sesuai story board yang telah ditentukan tanpa mengekang kreativitas berakting para pemainnya. Core Member pula yang bertanggung jawab di level teknis agar sesi CoP sesuai dengan identitas yang disepakati. Mereka juga yang membangun suasana diskusi menjadi menarik dengan layout ruangan, konsep diskusi, bahkan skenario pertanyaan yang sudah disiapkan sebelumnya.

Pada beberapa komunitas, Core Member juga merangkap Champion. Kita tahu tugas Champion sangat berat dan mengingat komunitas adalah inisiatif informal dan bukan tugas pokok, banyak individu yang merasa beban tersebut terlalu banyak untuk dipegang satu orang. Ketika ini terjadi, jabatan Champion digilir diantara Core Member. Pada beberapa kasus, bahkan Champion tidak dipilih secara khusus, tetapi menjadi jabatan bersama yang dipegang oleh Core Member

Bersama-sama dengan Champion, Core Member juga bertugas melakukan capture dan mendokumentasikan hasil diskusi sesi CoP. Dokumentasi menjadi penting selain untuk mengenalkan CoP pada seluruh organisasi juga menjadi bahan pelajaran (lesson learnt) bagi anggota yang tidak datang pada sesi CoP tersebut. Bentuk dokumentasi yang disarankan ialah tulisan yang menggambarkan dinamika dan diskusi yang terjadi. Usahakan tidak menuliskan dalam bentuk yang kaku tetapi menggunakan bahasa newsletter atau jurnalis populer. Gunakan gambar dan foto untuk menarik minat pembaca. Berikut salah satu contoh capture diskusi yang kami buat.

Tugas utama Core Member yang lain ialah melakukan kampanye CoP. Bagaimanapun juga, sangat penting bagi sebuah CoP untuk dikenal oleh seluruh anggota organisasi. Yang menjadi perhatian ialah fokus kampanye. Tujuan akhir yang ingin dicapai dalam kampanye ini bukanlah mengajak sebanyak mungkin anggota yang terlibat tetapi memberitahukan keberadaan CoP, diskusi yang dilakukan dan value apa yang akan anggota dapatkan jika ikut serta. Berbeda dengan inisiatif perusahaan lainnya, kesuksesan CoP bukan ditentukan dari banyaknya anggota tetapi kualitas diskusi yang dilakukan oleh masing-masing anggota dan kualitas diskusi hanya dapat dicapai dengan tingkat pengetahuan, minat, peran di pekerjaan dan keahlian yang setara atau mendekati. Kita akan bahas ini lebih lanjut di artikel selanjutnya.  

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...